Teropong Kehidupan

Dunia tidak akan pernah  lepas dari dosa, selagi kita tinggal dalam dunia ini maka peperangan hidup tidak akan pernah usai. Disinilah peran kita sebagai anak Tuhan untuk menjadi terang ditengah kegelapan dunia. Tuhan menginginkan kita agar tidak serupa dengan dunia ini, melainkan menjadi lilin kecil ditengah arus kegelapan  dunia yang  fana ini.

Seringkali dalam menjalani hidup ini, tidak dapat dipungkiri keinginan daging untuk melakukan ataupun memikirkan perbuatan dosa dalam diri saya begitu besar. Berusaha mengendalikan diri, pikiran, serta membuang pikiran dosa tersebut sungguh tidak mudah untuk dilakukan. Namun, saya selalu berpikir bahwa tidak ada yang mustahil ketika kita menyerahkan diri untuk bergantung pada Tuhan. Segala sesuatu yang didasari dengan itikad dan niat yang baik selalu akan memberikan hasil yang baik pula.

Akhir-akhir ini, saya tiba-tiba mencoba mengamati perkembangan kegiatan-kegiatan agama yang ada. Satu hal yang menjadi pendapat saya secara pribadi adalah agama seringkali  hanya dijadikan baju penutup dan pemanis atas perbuatan dosa yang telah dilakukan.

Saya adalah seorang yang beragama kristen protestan, dalam dunia agama yang saya yakini juga terjadi banyak hal yang memprihatinkan. Gereja tidak mampu menjadi teladan dan terang, namun sebaliknya secara tidak sadar telah  menjadi pengikut arus dunia.  Sungguh menyedihkan, ajaran agama yang seharusnya menjadi pedoman dalam perjuangan di dunia ini telah disalahgunakan oleh beberapa pihak yang tidak bertanggung jawab.

Semua agama sibuk berlomba-lomba mencari pengikut dengan jumlah yang banyak sampai-sampai melupakan kualitas hidup yang seharusnya menjadi prioritas utama dalam hidup ini. Gereja dan tempat ibadah lainnya semakin bertambah jumlahnya, orang yang beribadah pun semakin banyak, namun kualitas hidup terus semakin menurun.

Pada akhirnya, DUNIA akan menjadi pemenang dan kita hanya akan  menjadi PECUNDANG  karena hanya bisa menjadi pengikut dan bukan pemimpin.

Dunia memang penuh dosa, dunia memang kejam, arus dunia memang menghanyutkan dan menenggelamkan kita dalam kenikmatan dunia yang sementara yang pada akhirnya akan berujung pada kematian kekal.

Saya pun sejenak berdiam diri memikirkan hal ini, dalam batin bergejolak rasa gelisah bahwa saya tentu tidak ingin hanya menjadi pengikut arus dunia yang berujung dengan menjadi pecundang.

Pelajaran yang berharga bagi saya secara pribadi untuk hidup hanya bergantung pada Tuhan, tidak tenggelam dalam kekecewaan yang diberikan oleh dunia, tidak mudah menyerah dengan kekejaman dunia, terus gigih berjuang menjalani hari-hari dalam kehidupan ini, serta tidak berkompromi dengan dosa.

Menjadi berbeda dengan dunia dan tidak hanya hidup semata-mata hanya menjadi pengikut, hal tersebut tentu akan membuat hidup jauh lebih menarik. Menjadi pengikut agama tertentu tidak akan menjamin hidup kita akan berakhir dengan kehidupan kekal. Hidup kita akan kekal jika memiliki iman percaya kepada Tuhan dan hidup sesuai dengan firmanNya. Tidak ada seorang manusia pun yang mampu menentukan dimana kita akan menghabiskan kehidupan akhir kita.

Mari kita terus maju berjuang untuk menang atas jaman. Peperangan yang sesungguhnya ada didalam diri kita. TEROPONG HIDUP kita dan perhatikan setiap langkah kaki ini agar tidak terjebak dalam jurang yang mematikan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: